iklan SMobile baru
Berita | 10/05/2024 - 21:27

Ayah Tiri Bunuh Anak, Jasad Dibuang Ibu Kandung dan Adik Ipar ke Tarutung

Harianbisnis.com, Medan- Tragedi mengenaskan dan sadis dialami seorang anak, Ardziki Pratama Nasution (5), yang dianiaya hingga harus menghembuskan nafas terakhirnya ditangan ayah tirinya, Baginda Siregar (26).

Tak sampai disini jasad almarhum dibuang sangat jauh, tepatnya di Jalan Lintas Sipirok-Taput di Desa Pansur Napitu, Kecamatan Siatas Barita, Tarutung.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada
pada Kamis, 9 Maret 2023 di rumah pelaku di Jalan Alumunium, Medan Deli.

Dimana awalnya, terjadi pertengkaran antara Baginda dan Ardilla.

Hal ini itu dipicu karena korban bercerita kepada ayah tirinya bahwa ibunya sering video call dengan pria lain.

Direktur Reskrimum Polda Sumut melalui Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi peristiwa itu terjadi karena korban mengadu kepada ayahnya.

“Saat itu korban menceritakan kepada ayah tirinya bahwa ibunya sering melakukan video call kepada pria lain,” kata Hadi kepada wartawan, Jumat (10/5/2024).

Mengetahui hal itu, pelaku Baginda emosi dan memanggil istrinya untuk memastikan hal itu, tetapi saat itu, pelaku Ardilla membantah.

Imbasnya, pelaku Baginda emosi dan memukul korban hingga membuat bagian mata korban berdarah.

“Dan pelaku lalu membanting korban sebanyak dua kali dan menginjaknya. Melihat korban tidak bergerak, pelaku merasa panik dan kemudian menyuruh ibu korban untuk memberikan pertolongan dengan cara membuat bantuan pernapasan, tetapi tidak tertolong,” kata Hadi.

Setelah itu, ibu korban mengangkat tubuh korban ke kamar dan menutupnya dengan selimut. Takut aksi mereka diketahui orang, para pelaku pun berencana untuk membuang jasad korban.

Kemudian, ibu korban pun menyewa mobil Avanza dengan menghubungi pelaku Raj Samnjani Siregar (21) adik iparnya untuk membantunya membuang mayat korban.

Dan pada pukul 21.00 WIB, ketiga pelaku membawa mayat korban menuju Tapanuli Utara. Kemudian, sekira pukul 02.00 WIB para pelaku membuang jasad korban di Jalan Lintas Sipirok-Taput, tepatnya di Desa Pansur Napitu, Kecamatan Siatas Barita.

“Setelah selesai membuang mayat korban ketiga pelaku kembali ke rumah,” ujarnya seraya mengatakan peristiwa terungkap setelah pelaku menyerahkan diri ke Polda Sumatera Utara.

Hadi mengatakan sebelumnya personel Polres Taput menerima laporan penemuan mayat anak-anak yang dibuang dipinggir jalan pada Rabu 15 Maret 2023 silam.

“Personel lalu membawa mayat anak itu ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan otopsi sembari menunggu pihak keluarga,” katanya.

Lebih lanjut, Hadi mengungkapkan selama enam bulan berada di RS Bhayangkara Medan mayat anak itu pun dimakamkan karena tidak kunjung diambil pihak keluarganya.

“Jadi pada Senin 6 Mei 2024 ibu korban bersama mantan suaminya (ayah kandung korban) datang ke Subdit IV Renakta membuat pengakuan tentang peristiwa pembuangan mayat anak berusia 10 bulan ,” ungkapnya.

Hadi menerangkan, penyidik yang mendengar pengakuan itu pun melakukan pemeriksaan dan terungkap kalau APN meninggal dunia setelah dianiaya ayah tiri inisial BS (26) bersama adiknya RSS (24).

“Kemudian Tim Opsnal melakukan lidik keberadaan pelaku dan sekira Pukul 22.00 WIB pelaku BS dapat diamankan di daerah Mabar dan adiknya RSS di Jalan Denai,” terangnya.

“Saat ini para pelaku sudah diamankan di Mapolda Sumut,” pungkasnya. (Rom/hbc)

Loading next page... Press any key or tap to cancel.