iklan SMobile baru
Berita | 12/05/2024 - 18:16

Diduga Hina Suku Pakpak, Pria Ini Diciduk Polisi

Harianbisnis.com, Dairi- Seorang pria berinisial BN (38) ditangkap polisi karena diduga menghina Suku Pakpak di media sosial ( medsos).

BN ditangkap di kediamannya di Kecamatan Padang Panjang Timur, Kabupaten Padang Panjang, Sumatera Barat pada Jumat, (10/5).

“Polres Dairi akhirnya berhasil meringkus BN, tersangka kasus penghinaan terhadap suku Pakpak yang beredar di media sosial. BN diringkus saat berada di kediamannya yang berlokasi di Padang Panjang, Sumatera Barat. Dan kasus ini dilaporkan oleh Ketua Lembaga Kebudayaan Pakpak (LKP) Kabupaten Dairi,” kata Kapolres Dairi, AKBP Agus Bahari Parama Artha melalui siaran medianya, Minggu (12/5).

Ia mengatakan setelah mendapat laporan, Polres Dairi melakukan penyelidikan.

“Dan Polres Dairi meminta ahli bahasa untuk menentukan apakah ucapan BN mengandung unsur SARA atau tidak.
Ahli bahasa menyatakan dengan tegas merupakan kalimat penghinaan, sehingga berdasarkan alat bukti yang cukup, dinaikkan dari status penyelidikan menjadi penyidikan. Hingga BN pun ditetapkan sebagai tersangka,” katanya.

Setelah diketahui BN beralamat di Padang Panjang, petugas langsung bergerak menuju lokasi, akhirnya petugas tiba di rumah BN pada Jumat, 10 Mei 2024.

Kemudian, petugas langsung membawa pelaku yang tidak melakukan perlawanan ke Polres Dairi. Petugas bersama pelaku tiba di Dairi, pada Sabtu, 11 Mei 2024.

Berdasarkan pengakuan pelaku, kata Agus, dirinya memang spontan mengomentari unggahan di akun Facebook Jon Banuera itu.

“Jadi, dia melakukan secara spontan dan diakui dilakukan dengan sadar,” kata Agus.

Atas perbuatannya, BN dikenakan pasal 28 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2024, tentang perubahan kedua atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara atau dengan denda maksimal Rp 1 miliar.

Ia mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

“Bukan hanya mulut yang bisa membawa masalah. Kini berdasarkan Undang-undang ITE, jari pun bisa mendatangkan masalah. Berhati-hati lah dalam bermedia sosial, bijaklah dalam mengunggah, berkomentar, sehingga tidak mendatangkan masalah,” tutupnya. (Rom/hbc)

Loading next page... Press any key or tap to cancel.