iklan SMobile baru
Ekonomi | 16/05/2024 - 00:02

Center Point Mall Disegel, Bobby Nasution: Jika Tidak Dibayar, Bangunan Akan Dibongkar

Harianbisnis.com, Medan- Pasca disegel dan ditutup akibat menunggak pajak Rp 250 miliar, PT Arga Citra Kharisma (ACK) selaku pengelola Mall Centre Point diberikan tenggat waktu hingga 30 Mei 2024.

Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengatakan jika tidak dibayar, maka gedung bangunan akan dibongkar.

“PT ACK memohon waktu sampai tanggal 30. Jadi kalau sampai tanggal yang ditentukan uang tidak masuk akan kita lakukan pembongkaran,” tegas Bobby Nasution kepada wartawan usai memimpin langsung penutupan dan penyegelan gedung Mall Centre Point di Jalan Jawa, Medan, Rabu (15/5).

Bobby menyatakan bangunan Mall Centre Point juga tidak memiliki izin.

Dan Pemerintah Kota (Pemko) Medan juga sempat memberi tenggat waktu pelunasan hingga dari tanggal dijanjikan, tapi hal itu urung dilakukan pengelola Centre Point.

“Sudah kami sampaikan berkali kali dan kami sudah ketemu dengan PT KAI (pemilik tanah) dan PT ACK selaku pengelola, sudah memberikan deadline sampai tanggal 15, tapi belum ada kesepakatan yang membuat mal ini melakukan pembayaran kewajibannya retribusinya, maka kami tutup,” ujarnya

Sebelumnya, Pemko Medan menutup dan menyegel gedung pusat perbelanjaan Mall Centre Point itu karena menunggal membayar pajak hingga Rp 250 miliar lebih.

“Tunggakan pajaknya hingga Rp 250 miliar lebih. Oleh karena itu, kami (Pemko) Medan tidak perbolehkan untuk operasional sampai pihak pengelola membayar,” katanya

“Sejak pertama kali dibangun, Mall Center Point sampai hari ini ada kewajiban yang belum dibayarkan ke Pemko Medan. Oleh karena itu, saya sampaikan bangunan ini tidak punya izin apapun. Jadi kami berhak untuk menyegelnya,” kata Bobby.

Bobby menyebutkan, bahwa pihaknya sudah berkali-kali menyampaikan kepada PT ACK selaku pengelola Mall Center Point dan PT KAI untuk segera menyelesaikan tunggakannya.

“Kita memberikan deadline sampai tanggal 15 Mei 2024 saat pertemuan bulan lalu. Namun sampai hari ini belum ada penyelesaian tunggakan, sehingga kita lakukan penyegelan,” kata Bobby saat itu.

Bobby menjelaskan, adapun tunggakan yang Rp 250 miliar lebih yang di belum dibayarkan PT ACK meliputi segala sisi, baik itu dari PBG, kepemilikan lahannya tidak ada alas hak yang jelas dan retribusi tidak ada bayar sama sekali.

“Ini belum lagi pajak dari apartemennya, makanya kita perkirakan keseluruhan tunggakannya lebih dari Rp250 miliar. Jadi itu yang belum dibayarkan,” pungkasnya. (Rom/hbc)

Loading next page... Press any key or tap to cancel.