Semakin Pedas, Harga Cabai Merah di Medan Tembus Rp 52 Ribu/Kilo, Simak Pemicunya
Harianbisnis.com, Medan- Berdasarkan hasil pemantauan melalui PIHPS (pusat informasi harga pangan strategis), harga cabai merah di Kota Medan naik hingga menyentuh Rp 52.500/kilo di Pusat Pasar. Harga tersebut jauh melampaui kenaikan perdagangan sehari sebelumnya, yang sempat berada dikisaran level Rp 36.500/kg. Ada beberapa faktor pemicu kenaikan harga cabai merah pada saat ini.
“Pertama adalah faktor cuaca. Saat ini curah hujan tinggi masih sering terjadi di sejumlah wilayah yang ada di Sumut. Yang berpotensi mengganggu proses distribusi dan produksi (panen), ditambah dengan gangguan pemadaman listrik yang juga turut berpotensi membuat pembentukan harga di level pedagang besar berantakan,” ungkap ekonom Gunawan Benjamin.
Dituturkannya, disaat terjadi hujan deras, petani kerap menunda panen. Karena pertimbangan faktor keamanan hingga masalah distribusi cabai. Sementara di level distribusi (pedagang), penyusutan ditambah kondisi pasar yang bisa saja sepi pengunjung. Hal ini kerap membuat harga cabai bergerak volatile dan cukup liar di pasaran.
“Kedua ada demand yang cukup besar untuk sejumlah wilayah di luar Sumut. Wilayah Riau, Jambi hingga Jakarta terpantau melakukan pembelian cabai ke wilayah Sumut. Permintaan yang tinggi membuat pembentukan harga cabai di Sumut ke harga yang lebih mahal,” jelasnya.
Ditambahkan Gunawan, ketiga adalah faktor dimana HPP (harga pokok produksi) yang alami kenaikan dan berpeluang mendorong terjadinya kenaikan harga jual cabai itu sendiri. Sepeerti yang kita ketahui kenaikan harga plastik, dan kenaikan biaya input produksi lainnya sudah mulai terjadi sejak perang Iran-AS pecah. Dan dampaknya ke harga akan mulai dirasakan konsumen pada bulan ini.
“Meskipun sejauh ini faktor pemicu dominannya adalah karena cuaca. Namun potensi harga cabai bertahan mahal, atau dalam tren kenaikan masih sangat terbuka. Cuaca akan lebih bersifat sementara dan fluktuatif. Namun kenaikan biaya input produksi yang sempat terjadi dalam tiga bulan terkahir ini berpeluang menciptakan potensi kenaikan harga secara fundamental,” pungkasnya. (Ram/hbc)