Perbankan | 2/02/2026 - 20:50

Keamanan Transaksi Digital Bank Sumut Percepat Pemerataan Pembangunan

Penulis: Aulia Ramadhan Ray

Digitalisasi dalam dunia perbankan sudah bukan menjadi barang baru, namun merupakan sebuah keniscayaan yang memberikan perubahan fundamental terhadap cara bank beroperasi. Bukti sederhana yang menunjukkan hal ini diantaranya adalah, perubahan pola transaksi nasabah yang semula harus datang ke kantor cabang bank terdekat, dan bertatap muka dengan petugas untuk bertransaksi secara langsung, menjadi bertransaksi secara online dan dapat dilakukan dimana saja hanya dengan mengandalkan ponsel pintar dan jaringan internet.

PT Bank Sumut (Perseroda), bank Pembangunan daerah yang dikenal sebagai bank kebanggaan masyarakat Sumatera Utara dan telah berdiri sejak tahun 1961, merupakan salah satu contoh nyata penerapan digitalisasi perbankan. Selain untuk membangun prinsip profesional dan kehati-hatian dalam mengelola keuangan, dan keamanan dana milik pemerintah daerah, nasabah maupun investor, penerapan digitalisasi perbankan oleh Bank Sumut juga dilakukan untuk mendorong inklusivitas keuangan di wilayah Sumatera Utara.

Dalam beberapa tahun terakhir, Bank Sumut telah menunjukkan komitmen nyata dalam penerapan transformasi digital. Bank Sumut telah meningkatkan layanan digital melalui Sumut Mobile, Sumut Card (e-Money), Sumut Link dan fasilitas lainnya yang telah digunakan oleh lebih dari 1,2 juta pengguna, yang menunjukkan bahwa penerimaan masyarakat terhadap layanan digital Bank Sumut cukup tinggi. Pada tahun 2025, Bank Sumut memperoleh penghargaan “The Best Digital Innovation in Financial Inclusion” pada ajang ATM Bersama Awards 2025. Hal ini mengindikasikan bahwa inovasi digital yang dilakukan oleh Bank Sumut berdampak luas dan efektif bagi Masyarakat.

Seiring dengan Gerakan Masyarakat Tanpa Uang Tunai (cashless society) yang digagas oleh Bank Indonesia sejak tahun 2014, penggunaan instrument digital seperti QRIS (Quick Response Indonesian Standart), dan transaksi elektronik lainnya semakin berkembang di Sumatera Utara. Instrument ini membuat transaksi perbankan lebih sederhana, mudah digunakan, menghemat waktu, dan melindungi nasabah terhindar dari aksi pidana yang mungkin timbul saat memegang uang tunai.

Sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang secara masif menggalakkan transformasi digital khususnya dalam sektor keuangan, peran Bank Sumut sebagai pusat transaksi digital menjadi penting. Dengan menyediakan infrastruktur dan solusi yang mudah digunakan, Bank Sumut turut meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam sistem keuangan formal. Bank Sumut menjadi penggerak penting kemajuan ekonomi daerah melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan transparansi dan efisiensi pembayaran pajak, retribusi, dan layanan publik lainnya, sehingga pemerintah daerah dengan cepat bisa melakukan pembangunan secara merata.

Dibalik peluang besar digitalisasi, muncul tantangan serius terkait keamanan data dan transaksi. Bank Sumut selaku pihak yang memobilisasi dana, layanan jasa, menjaga stabilitas moneter dan sebagai pelopor pembangunan daerah, menyadari bahwa keamanan merupakan aspek penting yang harus dijamin. Resiko seperti penipuan siber, pencurian dana dan pembobolan data pribadi nasabah merupakan prioritas penting yang harus dikelola dengan baik.

Oleh karena itu, Bank Sumut telah menerapkan berbagai teknologi keamanan berlapis, yang kuat seperti enkripsi data guna menjaga kerahasian transaksi dan data nasabah, penerapan otentifikasi ganda, pemantauan transaksi mencurigakan, penggunaan firewall guna mendeteksi upaya peretasan dan mencegah akses illegal, penggunaan tokenisasi pada dompet digital serta melaksanakan audit berkala untuk melihat seluruh kegiatan operasional, keuangan dan sistem teknologi berjalan sesuai aturan, aman dan dapat dipercaya untuk mencegah resiko.

Sumber daya manusia (SDM) yang kompeten juga menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan digitalisasi perbankan. keamanan digital tidak hanya bergantung pada sistem yang telah dibangun namun juga dipengaruhi oleh kualitas SDM yang ada. Bank Sumut harus secara serius melatih karyawan melalui pelatihan dan program pendidikan untuk memperkuat integritas serta pemahanan terkait teknologi khususnya terkait kejahatan siber, tata kelola keamanan data yang baik, serta manajemen resiko dan kepatuhan untuk memastikan keamana digital sejalan dengan tata kelola dan regulasi.

Selain penguatan teknologi dan SDM, guna memastikan kemanan bertranstaksi, Bank Sumut juga menyediakan layanan call centre tidak hanya sebagai layanan pengaduan namun juga sebagai layanan garda terdepan atau first line of defense, bagi nasabah untuk melaporkan aktivitas mencurigakan. Hal ini akan mempercepat pihak bank untuk melakukan pemblokiran sementara akun dan menghentikan transaksi guna mencegah kerugian yang lebih besar.

Keamanan digital yang baik tidak semata-mata tanggung jawab pihak bank saja, namun membutuhkan kolaborasi yang apik dengan pihak nasabah. Nasabah harus berperan aktif dalam menjaga kerahasiaan data pribadi, memperbaharui password secara berkala, menghindari link dan /atau aplikasi mencurigakan serta memilih jaringan internet yang aman saat bertansaksi. Dalam hal ini Bank Sumut telah mengambil peran, dalam menggalakkan edukasi literasi keuangan ini untuk meningkatkan kesiapan nasabah dalam menghadapi transformasi digital.

Dengan memperhatikan hal-hal diatas tersebut, Bank Sumut dapat mengoptimalkan keamanan transaksi digital sehingga membangun kepercayaan dan kepuasan masyarakat. Kepercayaan dan kepuasan masyarakat yang muncul dari rasa aman bertransaksi di Bank Sumut, pada akhirnya akan mendorong partisipasi masyarakat dalam optimalisasi PAD Sumatera Utara sehingga pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di wilayah Sumatera Utara dapat meningkat.

Loading next page... Press any key or tap to cancel.