Keamanan Sudah 24 Jam, Scoopy Warga Perumahan Ambassador Residence Kenapa Bisa Digas Maling?
Harianbisnis.com, Medan- Tinggal di perumahan dengan memiliki keamanan 24 jam, ternyata tidak menjamin rumah anda bakal aman dari maling. Buktinya, salah satu warga di Perumahan Ambassador Residence Jalan Harmonika Baru, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, kehilangan sepeda motor Honda Scoopynya, yang terparkir di teras rumah, Minggu (23/8/2026).
Menurut keterangan korban SH dan QI yang merupakan suami istri, kepada wartawan mengungkapkan, dirinya pada saat kejadian tidak berada di rumah sejak pukul 16.30 WIB, karena sedang menjenguk orang tua temannya yang sedang sakit.
“Motor Scoopy kita platnya BM 6580 AAU, dan saat kami meninggalkan rumah kondisi motor terparkir di teras rumah dengan stang terkunci, katup penutup kunci juga tertutup bahkan pagar rumah juga sudah kita tutup. Kami pulang ke rumah sekitar pukul 00.30 WIB, dan mendapati motor kami sudah hilang,” jelasnya.
Karena motor tak berada di rumah, korban langsung menuju pos security untuk melaporkan peristiwa tersebut. Namun, jawaban security yang sedang bertugas mengaku tidak melihat motor korban melintas keluar dari gerbang komplek.
“Saya kemudian meminta untuk security membuka CCTV yang terpasang di gerbang komplek. Namun, CCTV yang terletak di gerbang komplek sekitar tiga unit telah rusak selama kurang lebih tiga bulan. Saya baru beberapa bulan tinggal di komplek ini, sangat merasa kecewa karena setiap bulannya warga komplek dikutip iuran Rp 150 ribu/bulan, tetapi untuk biaya perbaikan CCTV yang notabene untuk keamanan bersama kok tidak bisa. Menurut pengakuan security, mereka sudah melaporkan terkait CCTV rusakrusak kepada pengurus komplek, tapi belum ada tindakan sama sekali,” keluh SH.
Korban juga telah melaporkan peristiwa ini ke pengurus komplek, dan salah satu pengurus komplek mengatakan akan coba mengecek petunjuk dan informasi dari rekaman CCTV rumah warga komplek.
“Kami sudah melapor ke Polsek Sunggal, Senin (24/8/2026) pagi, terkait kehilangan motor ini. Pihak kepolisian juga sudah melakukan olah TKP. Sampai hari ini belum ada petunjuk dari CCTV warga komplek yang mengarah langsung ke pelaku, dan belum semua titik CCTV warga juga yang diperiksa. Kami selaku korban berharap pihak pengurus komplek dan security berperan aktif terhadap peristiwa ini, karena kita membayar iuran setiap bulannya. Jangan sampai peristiwa ini terjadi lagi kedepannya,” pungkasnya. (Ram/hbc)