Bangun Kemandirian Ekonomi dan Persiapan Masa Depan, Bank Sumut Sosialisasikan KUR PMI kepada 250 Calon Peserta Magang ke Jepang
Harianbisnis.com, Siborong-borong- Sekitar 250 calon peserta magang yang akan bekerja di Jepang, mendapatkan edukasi tentang literasi keuangan dan sosialisasi KUR PMI, yang dilaksanakan oleh PT Bank Sumut (Perseroda) bersama LPK SO Mori Centre, di Jalan Silangit, Pabrik Sabungan, Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara, Kamis (4/9/2026).
Edukasi literasi keuangan dan memperkenalkan akses pembiayaan bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI), adalah bentuk nyata kolaborasi antara Bank Sumut, Pemkab Tapanuli Utara dan LPK SO Mori Centre.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur LPK SO Mori Centre, Rijen Sinurat, Pemimpin Divisi Kredit Konsumer PT Bank Sumut, Faisal Panggabean, Pemimpin Divisi Funding and Wealth Management PT Bank Sumut, Muhammad Sadli, dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Tapanuli Utara Marojahan Hutasoit.
Dalam sambutannya, Marojahan Hutasoit mengajak para calon peserta magang untuk memanfaatkan momentum sosialisasi KUR PMI yang dilakukan Bank Sumut, sebagai salah satu alternatif solusi pembiayaan, dalam mempersiapkan keberangkatan mereka ke luar negeri.
“Para calon peserta magang harus memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya. KUR PMI merupakan program pemerintah yang didukung oleh Bank Sumut sebagai bank penyalur, dan dapat menjadi salah satu solusi pembiayaan bagi calon peserta yang membutuhkan modal untuk mempersiapkan keberangkatan dan bekerja di luar negeri,” terang Marojahan.
Sementara itu, Pemimpin Divisi Kredit Konsumer PT Bank Sumut, Faisal Panggabean, memberikan materi tentang literasi keuangan dengan tema “Cerdas Finansial di Negeri Orang”.
Faisal mengingatkan para calon PMI agar sejak awal memiliki perencanaan keuangan yang baik, terutama ketika nantinya telah memperoleh penghasilan selama bekerja di Jepang. Penghasilan yang diterima diharapkan tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dikelola secara bijak untuk menabung, membantu keluarga, serta mempersiapkan masa depan.
Faisal juga menyampaikan bahwa pengalaman bekerja di luar negeri, dapat menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke Indonesia. Salah satunya dengan memanfaatkan penghasilan yang telah dikumpulkan sebagai modal untuk membuka atau mengembangkan usaha.
“Setelah bekerja di luar negeri, tentunya ada tujuan yang ingin dicapai. Penghasilan yang diperoleh jangan hanya habis untuk kebutuhan konsumtif, tetapi mulai dipikirkan untuk menabung dan mempersiapkan masa depan. Kalau nantinya ingin membuka usaha dan membutuhkan pembiayaan, Bank Sumut siap membantu sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan pembiayaan,” ujar Faisal.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dari literasi keuangan yang diberikan kepada para calon PMI, bahwa keberangkatan ke luar negeri tidak hanya dipandang sebagai kesempatan untuk memperoleh penghasilan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk membangun kemandirian ekonomi dan mempersiapkan masa depan.
Untuk memperkuat pemahaman pengelolaan keuangan, yang sejalan dengan materi tersebut, Divisi Funding & Wealth Management PT Bank Sumut, Muhammad Sadli, turut memberikan sosialisasi mengenai pengelolaan dan perencanaan keuangan. Para peserta diberikan pemahaman mengenai cara mengatur pendapatan, menentukan skala prioritas antara kebutuhan dan keinginan, membangun kebiasaan menabung, serta mempersiapkan keuangan untuk kebutuhan jangka panjang.
“Dengan adanya edukasi tersebut, para calon PMI diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bagaimana mengelola penghasilan selama berada di Jepang, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi diri sendiri maupun keluarga,” ucapnya.
Sementara itu, Welfrin Panggabean, selaku Specialist Kredit Program Divisi Kredit Konsumer PT Bank Sumut, memberikan sosialisasi mengenai KUR PMI.
“Mekanisme KUR PMI merupakan salah satu alternatif bagi calon PMI, dalam mendukung kebutuhan pembiayaan sebelum berangkat ke luar negeri,” jelasnya.
Pihak Bank Sumut dalam kegiatan ini, langsung menyerahkan secara simbolis pre-approval KUR PMI kepada 30 calon peserta magang. Pre-approval tersebut merupakan persetujuan awal secara simbolis kepada calon peserta magang, yang akan bekerja di luar negeri dan berencana memanfaatkan KUR PMI sebagai modal atau pembiayaan dalam mempersiapkan keberangkatan mereka.
“Penyerahan pre-approval ini menjadi simbol dukungan Bank Sumut terhadap para calon PMI sekaligus menunjukkan komitmen Bank Sumut dalam mendukung program pemerintah melalui penyediaan akses pembiayaan bagi masyarakat yang akan bekerja di luar negeri. Pre-approval tersebut bukan merupakan pencairan kredit, melainkan bagian dari proses awal bagi calon peserta yang berminat menggunakan fasilitas KUR PMI. Realisasi pembiayaan selanjutnya tetap mengikuti proses verifikasi, analisis, persyaratan, serta ketentuan penyaluran KUR PMI yang berlaku,” terang Faisal.
Usai melakukan edukasi literasi keuangan dan sosialisasi KUR PMI, pihak Bank Sumut juga melakukan sosialisasi produk dana dan jasa Bank Sumut, yang dibalut dengan sesi surprise gift, serta berbagai kegiatan interaktif lainnya.
“Kolaborasi Bank Sumut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, dan LPK SO Mori Centre diharapkan dapat terus mendukung calon PMI agar mampu bekerja di luar negeri dengan persiapan yang matang dan pada akhirnya dapat membawa manfaat ekonomi bagi diri sendiri, keluarga, serta daerah asal,” pungkas Faisal. (Ram/hbc)