Berita | 22/02/2026 - 05:29

Ini Hasil 100 Hari Kerja Polrestabes Medan Perangi Narkoba

Harianbisnis.com, Medan- Selama 100 hari kerja Polrestabes Medan dan Polsek jajaran, mengungkap 526 kasus narkoba dan mengamankan 718 tersangka.

Dan total barang bukti yang diamankan, sabu, 156 Kg, 3 Kg ganja, 60 ribu butir pil ekstasi, 400 butir pil Happy Five, 250 Vod Vaping Liquid, 60 botol keytmain cair dan 800 botol minuman beralkohol berbagai merek.

“Selama 100 hari pemberantasan narkoba di Polrestabes Medan dan Polsek Jajaran, sesuai dengan program Presiden RI, Prabowo Subianto yang tercantum dalam program Astacita ke-7 dan sejalan dengan perintah Kapolri Jenderal Pol, Listyo Sigit Prabowo dalam pemberantasan narkoba. Kami telah melakukan Gerebek Sarang Narkoba (GSN) yang menyasar barak dan loket narkoba, tempat hiburan malam (THM), pengungkapan kasus atensi dan pengungkapan kasus besar yang melibatkan jaringan internasional dan nasional,” ujar Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, SIK, MH didampingi Walikota Medan, Rico Waas, Ketua MUI Kota Medan, Dr, H Hasan Matsum, M.Ag dan Kasat Narkoba, Kompol Rafli Yusuf Nugraha kepada wartawan, Sabtu (21/2) di Aula Patriatama Mapolrestabes Medan.

Ia mengatakan pemberantasan narkoba dalam 100 hari, dipetakan 3 wilayah hukum (wilkum) yang rawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Untuk lokasi rawan pertama di wilayah hukum Polsek Medan Tembung yang mengungkap, 89 kasus dengan 110 tersangka yang diamankan.

Peringkat kedua wilayah hukum Polsek Sunggal dengan 62 kasus dengan tersangka yang diamankan 68 orang.

Dan peringkat ketiga wilayah rawan narkoba , Polsek Medan Kota, yang berhasil mengungkap 54 kasus dengan tersangka yang diamankan sebanyak 70 orang.

“Untuk wilayah hukum rawan narkoba ini menjadi pekerjaan rumah (PR) kami, baik Kapolsek dan Kasat Narkoba. Tapi kami akan berupaya maksimal dalam melakukan penindakan narkoba di lokasi-lokasi rawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” tambah Kombes Calvijn.

Dari ratusan kasus yang diungkap, ada 3 kasus menonjol yang berhasil diungkap diantaranya, kasus pengungkapan 80 Kg sabu dan 50 ribu butir ekstasi yang melibatkan 2 tersangka masing-masing,yakni ; YNP (30) dan SB (59).

“Kedua tersangka tidak saling kenal. YNP diperintahkan tersangka, L (DPO) untuk menjemput narkoba di Tanjungbalai. Kedua tersangka berangkat dari Jambi menjemput narkoba dan rencananya akan di antar ke Pekan Baru. YNP sang sopir dijanjikan upah Rp 280 juta sedangkan tersangka SB dijanjikan upah Rp 100 juta,” ungkap Kapolrestabes.

Kasus menonjol kedua, pengungkapan 5000 butir ekstasi dan 250 Vod Vaping Liquid yang melibatkan dua tersangka yakni, RF (19) dan AP (21) yang keduanya merupakan Pekerja Migran Ilegal (PMI) yang bekerja di Malaysia. Karena visa habis, kedua tersangka melarikan diri ke Indonesia bertemu dengan R (DPO) untuk mengantarkan ekstasi dan Vod Vape Liquid. Kedua tersangka membawa barang tersebut dari Malaysia menggunakan kapal bersama 15 PMI lainnya.

Kasus menonjol ketiga, pengungkapan
15 Kg sabu dari kapal ke kapal yang melibatkan 5 tersangka yakni, MR (40), ZS (31), MF (28), MH (26) dan HP (29). Untuk mengelabui petugas, para pelaku menyimpan sabu-sabu tersebut ke dalam jerigen agar seolah-olah jerigen tersebut berisi solar.

“Modus dari kapal ke kapal seluruh barang bukti dimasukkan ke dalam jerigen yang sudah dimodifikasi seolah-olah membawa solar. Pengembangan di rumah, tim menemukan 17 jerigen yang sama,” papar Kapolrestabes.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Dr H, Hasan Matsum, M.Ag mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya kinerja Kapolrestabes Medan dalam pemberantasan narkoba.

“Mari kita jaga bersama anak-anak, keluarga, tetangga dari bahaya narkoba. Sampaikan informasi kepada para petugas jika menemukan hal-hal yang mencurigakan. Semua laporan akan ditindaklanjuti,” jelasnya.

Walikota Medan, Rico Waas juga mengapresiasi Polrestabes Medan selama 100 hari telah banyak mengungkap peredaran dan menangkap pelakunya yang efeknya langsung berdampak pada keamanan Kota Medan.

“Narkoba merupakan penghancur masa depan anak bangsa. Ini akan terus berkala dan tidak berhenti di sini saja. Ini terungkap karena Polrestabes reaktif. Kami mendorong masyarakat terus melaporkan apabila disekitar kita lingkungan ada hal yang mencurigakan,” pungkasnya. (Rom/hbc)

Loading next page... Press any key or tap to cancel.