Atlet Sambo Tanjung Balai Raih Prestasi di MCC, Pemko Malah Tak Beri Perhatian
Harianbisnis.com, Medan- Empat atlet Perkumpulan Sambo Indonesia (Persambi) Tanjungbalai, berhasil menorehkan prestasi medali emas di ajang Medan Combat Championship, Senin (16/2), yang digelar di Plaza Medan Fair, Medan.
Dimana, para atlet tersebut berasal dari Sambo Fighting Club (SFC) Tanjungbalai.
Namun, dibalik torehan prestasi itu para atlet berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai.
“Melalui event Medan Combat Championship para atlet telah membawa nama harum nama kota Tanjungbalai, kita telah memberikan perhatian terbaik. Tapi, perhatian dari Pemko Tanjungbalai hingga saat ini tidak ada,” kata Aron Mario Nello Sinaga Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) olahraga beladiri Sambo Kota Tanjungbalai kepada wartawan, Sabtu (21/2/2026).
Ia mengatakan bahwa para atlet beladiri Sambo telah beberapa kali meraih prestasi baik ditingkat nasional maupun luar negeri, tapi hingga dukungan dari Pemko Tanjungbalai sangat minim.
“Atlet-atlet Sambo tidak berhenti mengikuti berbagai event hingga menorehkan prestasi mulai dari Pekan Olahraga Nasional ( PON) 2025 di Kudus hingga diajang Southeast Asian Sambo Champions Asia Tenggara di Kuala Lumpur Malaysia, tapi dukungan dari Pemko Tanjungbalai hingga saat tidak ada. Padahal kita membutuhkan sponsor seluruhnya untuk nama baik kota Tanjungbalai,” ucap Aron yang dalam hal ini juga para atlet membutuhkan sejumlah fasilitas kebutuhan sarana atlet.
“Walau pun tidak mendapatkan dukungan dari Pemko Tanjungbalai, tapi anak-anak asuh saya terus berjuang dan berlaga disetiap event kegiatan.Dan ini sudah kita buktikan di Kota Medan mampu meraih mendali emas,” sambungnya.
Aron mengatakan untuk pertandingan diajang ajang Medan Combat Championship peraih emas, yakni ; Ahmad Rifaldi (Welterweight 77,1 kg), Difya Anugrah ( (Flyweight 56,7 kg), Jodiansyah ( Strawweight 52 kg ) dan Jonathan Siagian ( Featherweight 65,8 kg).
Untuk itulah, kata Aron pihaknya berharap agar untuk ke depan pihak Pemko Tanjungbalai dapat memberikan perhatian dengan mencari sponsor atau bantuan dari pemerintah untuk para atlet Sambo Kota Tanjungbalai.
“Kita berharap agar Pemko Tanjungbalai bisa memberikan perhatian agar atlet-atlet Sambo ini benar-benar didukung.Dan yang kami juga sayangkan saat atlet Sambo berprestasi mengikuti seleksi TNI/ Polri wujud kepedulian dari Pemko Tanjungbalai juga tidak ada sehingga gagal meraih masa depan,” kesal Aron.
Dari catatan yang ada bahwa Sambo adalah olahraga pertarungan dan bela diri dari Rusia dengan singkatan dari SAMozashchita Bez Oruzhiya, yang berarti “bela diri tanpa senjata.”
Olahraga sambo merupakan seni bela diri yang menggabungkan teknik judo, gulat, dan jiujitsu, dirancang untuk pertahanan diri tanpa senjata.
Olahraga bela diri Sambo mulai masuk ke Indonesia sekitar tahun 2007.
Pada 2007, Sambo diperkenalkan di Indonesia oleh Ir Aji Kusmantri, yang berasal dari Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB PJSI). (Rom/hbc)