Kos-kosan di Kelurahan Darat Diduga Jadi Sarang ‘Kumpul Kebo’
Harianbisnis.com, Medan- Warga yang bermukim di Lingkungan 1 Gg Masjid Bulan, Kelurahan Darat, Kecamatan Medan Baru, resah atas keberadaan rumah kos dijadikan tempat kumpul kebo atau ikatan tanpa pernikahan. Dimana, warga berharap adanya tindakan dari pihak Kelurahan atau pun Kecamatan untuk melakukan penertiban.
Hal tersebut dikeluhkan warga dalam Reses Masa Sidang 3 Tahun Sidang 2025-2026 TA 2026 Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan, Robi Barus SE M.AP , Minggu (26/7) di Jalan Sei Bahorok, Kelurahan Babura, Medan Baru.
“Tolonglah, pak di Lingkungan 1 Kelurahan Darat tempat kami tinggal banyak pasangan yang tidak jelas atau kumpul kebo. Padahal itu rumah kos-kosan, terutama anak kuliah. Kami minta ini didata karena mereka bebas sekali berpasangan-pasangan,” keluh Boru Taringan kepada Robi Barus yang hadir menjemput aspirasi masyarakat.
Ia mengatakan bahwa pihak Kepala Lingkungan (Kepling) pernah turun melakukan pemeriksaan, tapi pemilik kos tidak terima.
“Pemilik rumah kos sangat temperamental sampai Kepling kami pun ketakutan,” ucapnya.
Menyikapi keluhan tersebut, Robi Barus mendesak agar pihak Kecamatan dan Kelurahan dapat menurunkan tim melakukan pemeriksaan.
“Ini harus menjadi perhatian Camat Medan Baru dan Lurah Darat segera melakukan pendataan. Dan segera bertindak, ternasuk kita minta Satpol PP Kota Medan segera turun bila memang tidak mampu,” kata anggota Komisi 1 DPRD Kota Medan ini.
Tidak hanya persoalan tersebut, warga di Lingkungan 1 juga resah atas maraknya tindak kejahatan dilingkungan tersebut.Dimana, warga meminta agar di bangun poskamling.
“Bukan hanya rumah kos-kosan buat resah.Di Lingkungan 1 ini juga banyak maling, kami minta adanya pembangunan poskamling,” sambung Boru Tarigan.
Berang Kepada Dishub Medan
Dalam pertemuan tersebut, Robi Barus sempat berang kepada pihak Dinas Perhubungan Kota Medan (Dishub) yang saat ini dipimpin Irsan Indris Nasution.
Pasalnya, saat itu Dhimas Dwitama mewakili Dishub menyampaikan layanan call centre pengaduan untuk menampung segala keluhan warga
“Untuk permasalahan lampu jalan, lampu lalu lintas atau traffic light, juru parkir, kondisi lalu lintas bisa mengadu kepada layanan WA 08136066003 ,” ucapnya.
Namun, saat itu warga mengeluhkan kondisi jalan yang rusak di Jalan Jamin Ginting Simpang Jalan Dr Mansyur yang kerap menimbulkan korban, serta tidak ada petugas Dishub Kota Medan.
“Di Jalan Jamin Ginting itu jalan rusak sering makan korban. Dan petugas Dishub pun tidak ada kami sudah sampaikan kepada layanan WA Dishub tapi tidak aktif,” keluh warga.
Mendengar hal itu, Robi Barus pun tegas menyatakan agar Dishub Kota Medan jangan lakukan pembohongan.
“Warga jangan kalian php lah dengan layanan katanya call centre. Buktinya ini sudah jelas layanan pengaduan saja tidak aktif. Harus kalian benahi, belum lagi kita bicara persoalan lampu jalan yang banyak padam,” tegas Robi dengan nada marah.
Dalam pertemuan ini, warga juga mengeluhkan akan Identitas Kependudukan Digital ( IKD) yang meminta akan dikaji ulang.
“Kami minta, pak kalau bisa IKD itu dikaji ulang.Karena satu ponsel untuk satu orang keluarga. Sementara masih ada para orangtua baik ibu atau ayah kita masih ada yang paham memakai ponsel adroid. Harusnya, satu ponsel cukup untuk beberapa data keluarga,” ucap Inem warga Lingkungan 5 saat itu.
Hal itu pun direspon langsung oleh Robi Barus yang akan segera memanggil pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Diskdukcapil) Kota Medan.
“Apa yang ibu sampaikan ini benar sekali. Kami di Komisi 1 DPRD Medan yang membawahi Disdukcapil Kota Medan akan segera mengelar RDP. Jangan program yang bagus ini menjadi beban masyarakat ditengah situasi ekonomi yang tidak menentu. Karena buat makan saja masyarakat sudah bersyukur dari pada membeli ponsel android.Jadi, saya akan suarakan hal ini agar satu ponsel saja untuk data digital,” kata Robi.
Berbagai persoalan mengemuka saat itu termasuk pembenahan drainase di Jalan Sei Muara karena pada sisi kiri jalan telah dibenahi, tapi pada sisi kanan tidak dibenahi karena mendapat penolakan dari salah satu warga hingga menyebabkan kawasan tergenang banjir.
“Setiap hujan turun Jalan Sei Muara masih banjir karena hanya dibenahi pada sisi kiri sudah drainase, tapi sisi kanan tidak.Kenapa Pemko Medan bisa kalah,” keluh Doni.
Menanggapi hal itu, Robi Barus menegaskan bahwa semua keluhan itu akan ditabulasi untuk tindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama pihak-pihak terkait.
“Semua aspirasi bapak/ibu ini akan saya sampaikan langsung kepada Wali Kota Medan saat paripurna laporan reses nanti agar dapat menjadi prioritas untuk dituntaskan oleh OPD-OPD terkait,” pungkasnya.
Hadir dalam pertemuan ini Ashadi Cahyadi Lubis mewakili Dinas SDAMBK, Dimas Dwitama mewakili Dishub Kota Medan, Roeslen Bakara dari Puskesmas Padang Bulan mewakili Dinkes Kota Medan, dan Denny Siregar dari Lurah Babura serta ratusan warga.
Dan kegiatan tahap kedua reses dilaksanakan, Minggu (26/7) siang di Jalan Hindu, Kelurahan Kesawan, Medan Barat. (Rom/HBC)