Berita | 14/04/2026 - 23:41

Nasdem Sumut Kecam Cover Majalah Tempo: Kita Marah!

Harianbisnis.com, Medan- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sumatera Utara (Sumut) mengecam keras pemberitaan Majalah Tempo edisi 13–19 April 2026 yang menampilkan ilustrasi kartun yang menggambarkan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, dengan judul PT NasDem Indonesia Raya Tbk.

Para kader menilai hal itu menghina Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, serta partai tersebut.

“Kami mengecam Majalah Tempo yang memuat berita tidak berdasarkan fakta. Apa yang dituliskan lebih pada opini dan ilusi. Bahkan, pada cover majalah dimuat karikatur Ketua Umum kami yang sangat menghina. Ini bentuk penghinaan terhadap Ketua Umum kami, Bapak Surya Paloh ,” kecam Ketua DPW NasDem Sumut, Iskandar ST, saat memimpin mimbar bebas dengan memegang majalah Tempo di Kantor DPW NasDem Sumut, Jalan HM Yamin, Medan, Selasa (14/4/2026).

Ia mengatakan bagi kader NasDem, Surya Paloh bukan hanya ketua umum, tetapi juga figur yang dihormati layaknya orang tua.

“Bagaimana jika orang tua kita dihina, tentu kita marah. Karena itu, kami menilai pemberitaan tersebut tidak benar dan sangat merugikan,” ucapnya.

Iskandar juga menyinggung adanya kata merger antara Partai Gerindra dan NasDem merupakan hal yang tidak lazim bagi partai politik.

“Kita tidak mengenal istilah merger dalam partai politik. Dalam partai politik itu yang kita kenal ada koalisi, kalau koalisi itu sah-sah saja. Jadi tidak ada pembicaraan bahwa NasDem itu akan diakuisisi atau dibeli oleh pihak lain,” katanya.

Terkait isu perpindahan kader NasDem ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Iskandar menyebut hal itu hanya melibatkan segelintir orang.

“ Yang pindah itu bukan kader terbaik. Kader terbaik adalah yang tetap setia kepada NasDem dan kepada Surya Paloh,” ujarnya.

Dikatakan, Iskandar pihaknya memberikan ultimatum kepada majalah Tempo untuk segera menarik peredaran edisi tersebut, melakukan klarifikasi pada edisi berikutnya, serta menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di media nasional.

“Kami beri waktu 3×24 jam. Jika tidak dilakukan, kader NasDem akan terus melakukan aksi di seluruh Indonesia,” katanya. (Rom/hbc)

Loading next page... Press any key or tap to cancel.