Pementasan Sosio Drama Sejarah Kuda Tuli, Simbol Perlawanan Terhadap Pembatasan Demokrasi
Harianbisnis.com, Medan- Peristiwa Kuda Tuli yang terjadi pada 27 Juli 1996, merupakan simbol perlawanan terhadap pembatasan demokrasi, memperkuat gerakan reformasi, dan meningkatkan tuntutan masyarakat terhadap kebebasan politik, dan penghormatan Hak Asasi Manusia (HAM).
Peristiwa Kuda Tuli ini selalu diingat sebagai peristiwa penting bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Inilah yang menjadi dasar seorang seniman asal Medan bernama Ronald Tarakindo Rajagukguk menampilkan pementasan sosio drama Sejarah Kuda Tuli di kantor DPD PDIP Sumatera Utara di Medan, Senin (27/7/2026).

Pementasan ini juga mendapat dukungan penuh dari Mangapul Purba selaku Ketua Fraksi PDIP DPRD Sumut dan Meriahta Sitepu yang menjabat Bendahara Fraksi PDIP DPRD Sumut. Ronald menggandeng beberapa komunitas seni di Kota Medan untuk menampilkan pementasan sosio drama ini. Diantaranya Ruang Tengah, Medan Teater, Deli Nusantara Jaya dan Teater Enceng Gondok.
“Ini adalah pementasan berdasarkan kisah nyata dan fakta yang terjadi pada peristiwa memilukan tersebut. Tentunya peristiwa bersejarah ini tak boleh kita lupakan,” ungkapnya.
Dalam pementasan kali ini, Ronald membawa puluhan pemain dan telah mempersiapkan pementasan ini dengan maksimal.
“Terima kasih kepada seluruh pemain dan juga para pengurus dan kader DPD PDIP Sumut, yang telah memberi kami ruang untuk berekspresi dan berkreatifitas sehingga pementasan ini berjalan lancar tanpa kendala apapun. Video pertunjukan sosio drama ini akan kami posting di Youtube maupun sosmed, sehingga masyarakat maupun generasi muda bisa menonton pertunjukan sosio drama Sejarah Kuda Tuli ini. Tentunya kita semua berharap, peristiwa kelam seperti ini tidak akan terjadi lagi di Indonesia, dan demokrasi terus terjaga di negara ini sehingga kerukunan dan kedamaian selalu bersama Indonesia,” pungkasnya. (Ram/HBC)