Berita | 29/11/2025 - 14:41

Warga di Tapteng Mulai Menjarah Swalayan Hingga Bulog Akibat Minimnya Pasokan Makanan

Harianbisnis.com, Tapteng- Musibah tanah longsor dan banjir yang melanda Propinsi Sumatera Utara telah menyebabkan warga mengungsi.

Salah satunya Kota Sibolga- Tapanuli Tengah (Tapteng) yang terputus akses, menyebabkan wilayah ini
terisolir dikarenakan putusnya sejumlah akses jalur akibat tertimbun material longsor sejak tanggal 25 November.

Akibatnya, minimnya logistik dan dilanda kelaparan warga pun menjarah gerai modern Indomaret dan Alfamart.

Video penjarahan pun itu beredar, Sabtu (29/11), masyarakat mulai menjarah bahan pokok seperti beras, minyak, telur dan lain-lain di sejumlah swalayan.

Ada pun swalayan yang dijarah seluruh Indomaret, Alfamart di Kecamatan Tukka, Hajoran, dan Sarudik.

Tak hanya itu gudang Bulog yang berada Sarudik juga ikut dijarah.

Di gerai swalayan warga berbondong-bondong masuk ke sejumlah swalayan dan minimarket untuk mengambil kebutuhan pokok seperti beras, mi instan dan air mineral.

Rak-rak kosong, suasana kacau dan kerumunan warga terekam dalam video amatir yang kemudian menyebar luas di media sosial.

Hal yang sama juga terjadi di Bulog warga turut menjarah beras.

Apa yang terjadi di Kota Sibolga dibenarkan oleh pihak Indomaret.

“Ya memang benar, jalur darat banyak jalan yang tertimbun longsoran sehingga bantuan bencana belum ada yang bisa menuju lokasi,” ungkap Marcomm Executive Director Indomaret, Bastari Akmal, dikutip dari salah satu media, Sabtu (29/11/2025).

Dalan hal ini pihak Indomaret belum memutuskan tindak lanjut penjarahan tersebut ke jalur hukum.

“Belum memutuskan ke arah hukum, yang terpenting kondisi daerah tersebut segera dapat kondusif, utamanya segala bentuk bantuan bisa segera sampai di lokasi,” katanya.

Sedangkan, pihak Perum Bulog juga membenarkan persitiwa itu.

“Ada tindakan sebagian masyarakat masuk ke gudang Bulog kemudian mengambil dari gudang,” kata Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto.

Ia mengatakan, hingga kini pihaknya masih kesulitan mendapatkan informasi dari tim yang berada di Sibolga karena gangguan jaringan internet di sana.

“Kalau secara jumlah kami belum tahu. Tapi informasi terakhir, data dari sistem kami itu ada 2400 ton beras dan 43 ribu liter minyakita (yang berada di gudang),” sebutnya.

Beras dan minyak itu, kata Budi, seharusnya memang dibagikan kepada masyarakat. Termasuk untuk bantuan bencana.

“Kalau bantuan bencana itu kan yang kami keluarkan berdasarkan surat dari bupati,” ujarnya.

Ditangani Polres Sibolga

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Ferry Walintukan mengatakan kasus itu ditanganj oleh Polres Sibolga.

“Kami dari Polda Sumut, menyikapi video penjarahan yang terjadi di Tapanuli Tengah. Kasus itu, sudah ditangani Polres Tapanuli Tengah,” kata Ferry.

Ferry berharap kepada masyarakat Kabupaten Tapteng dengan kondisi saat ini, untuk bersabar. Sebab, dari pihak BNPB dan pihak Polda Sumut, TNI dan instansi terkait, sedang mengirimkan bantuan logistik ke daerah di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga. (Rom/HBC)

Loading next page... Press any key or tap to cancel.