Ekonomi | 12/03/2026 - 12:40

Enam Tahun KKM, Pengusaha Makin Solid dan Miliki Peluang Bangkit dari Kredit Menjepit

Harianbisnis.com, Medan- Komunitas Kredit Macet (KKM) genap berusia enam tahun. Momentum ini menjadi ruang refleksi bagi para anggotanya, yang pernah terjerat persoalan kredit untuk terus bangkit dan saling menguatkan dalam melawan ketidakadilan.

Mengusung tema “Jaya, Maju, Lancar dan Sukses Selalu”, peringatan hari jadi KKM ke 6 tersebut, dirangkai dengan buka puasa bersama yang digelar di Restaurant Royal Thamrin, Jalan HM Thamrin, Medan, Rabu (11/3/2024).

Acara ini dihadiri Founder Komunitas Kredit Macet (KKM), So Tjan Peng, Sekjen KKM, Sugandhi Makmur, Anggota DPRD Sumut, Budi SE, Ketua Forda UKM Sumut, Sri Wahyuni Nukman, Ketua Forda Medan, Sofia, Ketua Forda Deli Serdang, Seng Guan, Ketua Forda Serdang Bedagai, Darmadi, serta puluhan anggota dan pengurus KKM.

Dalam kesempatan ini, So Tjan Peng menyebutkan kehadiran, KKM ini sebagai upaya perlawanan terhadap ketidakadilan pengusaha, khususnya terkait masalah lelang. Sebab asset-asset nasabah yang dijadikan jaminan, dilelang dengan harga yang sangat murah, jauh dibawah harga pasaran.

“Tujuan saya membuat KKM ini untuk melawan ketidakadilan. Karena menurut saya banyak asset nasabah yang dilepas dengan harga sangat murah,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut seringkali merugikan pemilik asset. Karena itu, KKM mendorong anggotanya untuk menempuh jalur hukum ketika merasa diperlakukan tidak adil.

“Kalau kita melawan ketidakadilan itu bagaimana caranya? Ya kita bawa ke pengadilan. Di pengadilan kita mencari keadilan. Kalau ke pengadilan jangan mencari menang, tapi mencari keadilan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, proses hukum tidak semata-mata untuk mencari kemenangan, tetapi untuk memperoleh keadilan bagi para pihak yang merasa dirugikan.

Hingga saat ini sebutnya, KKM masih terus berjalan dan jumlah anggotanya juga makin bertambah. Namun ia mengaku tidak pernah berharap komunitas tersebut terus bertambah karena semakin banyak orang yang mengalami kredit macet.

“Saya sebenarnya tidak pernah berdoa agar anggota bertambah. Kalau anggota bertambah berarti makin banyak yang kreditnya macet,” imbuhnya.

Dalam KKM lanjutnya, tidak semua anggota yang tergabung berada dalam kondisi kredit macet. Sebagian di antaranya sudah berhasil menyelesaikan persoalannya, sementara yang lain masih dalam proses.
“Di sini tidak semuanya kredit macet. Ada yang dulu macet tapi sudah selesai, ada yang masih macet, ada juga yang usahanya sudah kembali lancar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, KKM dibentuk bukan semata-mata sebagai wadah bagi debitur yang bermasalah, tetapi juga sebagai ruang saling berbagi pengalaman dan mencari solusi bersama.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang hadir dalam peringatan hari jadi komunitas tersebut.

Ia menegaskan, kehadiran para anggota dan mitra menjadi bagian penting dalam perjalanan komunitas yang kini terus berkembang.

Sementara itu Anggota DPRD Sumut, Budi SE, menilai keberadaan KKM ini sangat penting dan memiliki tugas mulia.

“Kehadirannya sangat mulia, karena ada sekumpulan orang yang berpengalaman, tidak pelit dengan pengalamannya. Ini pendiri KKM sangat luar biasa,” ujarnya.

Sebab akunya, orang yang berada dalam keadaan sulit itu sangat membutuhkan teman.

“Orang yang sedang jatuh itu butuh wadah, dan orang yang sedang sulit, dia tidak tahu prosesnya seperti apa. Sehingga mereka mereka menjadi konsumtif dan target bagi orang yang memiliki kepentingan,” ujarnya.

Ia menilai kehadiran KKM yang banyak memberikan masukan, saran dan edukasi menjadi pencerahan bagi masyarat yang ‘terjerat’ dan menjadi korban ketidakadilan. “Langkah-langkah itu yang luar biasa itu di KKM,” ujarnya.

Budi yang mendapat amanah sebagai wakil Rakyat di DPRD Sumut, menegaskan tidak ada alasan bagi siapa pun untuk merasa malu ketika menghadapi persoalan dalam dunia usaha.

Menurutnya, setiap pengusaha pasti pernah melewati masa sulit dalam perjalanan bisnisnya.

“Saya tidak pernah malu. Bahwa saya, meski saat ini, menjadi anggota DPRD Sumut, saya masih punya satu masalah. Jadi bapak dan ibu itu jangan takut, jangan malu. Dalam bisnis itu selalu ada masalah. Tapi masalah itu pasti bisa diselesaikan,” ujarnya.

Ia mengaku optimis dan menilai, keberadaan KKM bisa menjadi bukti bahwa pelaku usaha yang pernah mengalami kredit bermasalah masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki keadaan dan bangkit kembali.

Dalam kesempatan itu, Ia juga berkisah, tentang adiknya, Wendy yang juga berani untuk bangkit dan melayan ketidak adilan yang dirasakannya.

Menurut Budi, Wendy pelaku usaha roti juga menjadi korban ketidak adilan. Ia menghadapi berbagai tekanan, termasuk ancaman kehilangan rumah akibat kewajiban pembayaran yang meningkat dari nilai awal.

“Rumahnya terancam harus direlakan, bahkan ada denda yang harus dibayar berlipat. Tapi dia tetap berani menghadapi itu semua,” kata Budi.

Kemudian lanjutnya, keberaniannya muncul karena adanya dukungan dari KKM yang memberikan semangat dan rasa kebersamaan bagi para anggotanya.

“Saya tanya dia, beraninya dari mana? Dia bilang karena ada KKM di belakangnya,” ujarnya.

Budi juga menyampaikan, banyak anggota KKM yang kini mulai bangkit setelah melewati masa sulit. Ia optimistis jumlah pengusaha yang berhasil memulihkan usahanya akan terus bertambah di masa mendatang.

“Kita sudah melihat banyak anggota yang mulai bangkit. Saya yakin di ulang tahun ke-7 nanti akan semakin banyak lagi yang berhasil,” katanya. (Bob/hbc)

Loading next page... Press any key or tap to cancel.