Ekonomi | 6/06/2026 - 02:56

JMSI Medan: PLN UID Telah Membuat Malu Sumatera Utara sebagai Tuan Rumah AFF Cup U 19

Harianbisnis.com, Medan- Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kota Medan melontarkan kritikan tajam terhadap kinerja PLN UID Sumut, yang dinilai amburadul. Pasalnya, pasca blackout yang terjadi beberapa pekan yang lalu, yang entah kapan pihak PLN memberikan kompensasi kepada masyarakat, kini masyarakat Kota Medan dan sekitarnya dalam beberapa hari ini terus menjadi korban pemadaman listrik, dengan alasan cuaca buruk.

“Kita akui dalam beberapa hari ini memang terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir, tetapi seharusnya PLN UID Sumut sudah mendeteksi sejak dini hal tersebut agar bisa meminimalisir dampak dari cuaca buruk, sehingga jika harus terjadi pemadaman waktunya tidak terlalu lama. Dengan banyaknya pohon dan tiang listrik yang tumbang, ada alarm dugaan pemeliharaan, pengecekan maupun penggantian tiang yang dilakukan oleh PLN selama ini tidak berjalan maksimal. Dalam dua hari ini pemadaman di Kota Medan bisa berlangsung dari empat hingga delapan jam, bahkan data terbaru yang kita dapatkan per hari ini masih ada wilayah di Medan yang belum hidup listrik hampir 24 jam. Ini membuktikan PLN UID Sumut terlihat tidak siap menghadapi masalah di lapangan dengan cepat seperti cuaca buruk,” keluh Ketua JMSI Medan Erie Prasetyo, Jumat (5/6/2026).

Diungkapkannya, PLN UID juga telah membuat malu nama Sumatera Utara sebagai tuan rumah sepakbola AFF Cup U 19, dengan insiden lampu Stadion Utama Sumatera Utara padam saat pertandingan Timnas Indonesia Vs Timor Leste sedang berlangsung.

“Ini event olahraga tingkat internasional, pertandingan tersebut disiarkan langsung dan ditonton ratusan juta pasang mata baik di Indonesia maupun di negara ASEAN, begitu lampu stadion padam walau hanya sekitar lima menit itu adalah hal yang memalukan. Buktinya, suporter timnas kita saat lampu stadion padam menyanyikan sindiran telak kepada PLN dan viral di media sosial. Malu sekali kalau sudah begini kejadiannya, padahal sebelum gelaran AFF U 19 berlangsung, pejabat teras PLN UID Sumut dengan percaya diri mengatakan memastikan stabilitas kelistrikan siap untuk menggelar AFF Cup U 19. Tapi buktinya apa?, ” tegasnya.

Ditambahkan Erie, dengan adanya pemadaman listrik yang jangka waktunya cukup lama, bisa dipastikan kegiatan jurnalistik terkhusus seperti media siber, akan terganggu dalam mengupload berita karena ketiadaan pasokan listrik dan internet. Roda perekonomian para pedagang kecil, menengah maupun besar, akan terdampak secara signifikan, terkhusus pedagang kecil.

“Kegiatan jurnalistik sudah pasti terdampak dengan adanya pemadaman ini, karena kita butuh pasokan listrik dan internet. Kita mendesak PLN UID Sumut terus berbenah menjadi lebih baik, masyarakat sudah bosan hanya dengan ucapan minta maaf, sabar, diproses secepatnya, tetapi kejadian pemadaman dengan waktu yang lama terus berulang. Wajar saja jika hampir setiap hari berbagai elemen masyarakat di Kota Medan datang ke kantor PLN untuk berunjuk rasa, karena ya beginilah kinerja PLN yang terlalu banyak manis di bibir saja,” pungkasnya.

Sementara itu ekonom, Gunawan Benjamin menjelaskan, pada dasarnya pemadaman listrik akan memberikan kerugian secara ekonomi bagi masyarakat. Umumnya jika pemadaman listrik terjadi karena gangguan cuaca buruk, masyarakat pada umumnya memaklumi dengan catatan pemadaman tidak berlangsung lama. Meski demikian hal ini seharusnya juga menjadi catatan penting tentang kehandalan PLN dalam menyediakan kebutuhan listrik.

“Masyarakat tentunya berharap ada jaminan ketersediaan listrik dalam situasi apapun. Dan sangat disayangkan bahwa ada pemadaman listrik saat Sumut menjadi tuan rumah kegiatan olahraga sepakbola AFF Cup U 19, bertaraf internasional. Ini bukan lagi bercerita tentang masalah-masalah pemadaman listrik yang hanya lima menit dan seharusnya dimaklumi,” tegasnya.

Gunawan juga menuturkan, ini bukan lagi hanya hitung-hitungan kerugian yang diakibatkan oleh pemadaman sesaat tersebut. Tetapi pemadaman ini justru menunjukan bahwa Sumut atau Indonesia pada umumnya, memiliki masalah fundamental terhadap kebutuhan listriknya. Dengan pemadaman tersebut citra Indonesia di mata internasional menjadi tercoreng. Bayangkan ada even besar skala internasional, namun Sumut mempertontonkan pemadaman listrik.

“Kepercayaan investor bisa tergerus kalau seperti itu. Persepsi yang dibangun dikalangan investor bisa saja menunjukkan keraguan bahwa Indonesia, masih terseok-seok dalam memenuhi kebutuhan energinya. Hal ini bisa berdampak buruk terhadap persepsi investasi Sumut, maupun Indonesia dalam jangka panjang. Ada baiknya disaat ada even besar, PLN mempersiapkan segala bentuk kemungkinan buruk yang bisa saja mengganggu distribusi kebutuhan listrik,” pungkasnya.

Sementara itu, Darma Saputra selaku Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumut, saat dikonfirmasi wartawan tentang apakah distribusi listrik di Kota Medan dan sekitarnya sudah normal, hingga berita ini tayang belum ada balasan dari Darma Saputra. (Ram/HBC)

Loading next page... Press any key or tap to cancel.