Global | 30/07/2026 - 13:16

Konflik Memburuk di Timur Tengah dan Proyeksi Kenaikan Bunga Acuan, Bisa Picu Pelemahan Rupiah

Harianbisnis.com, Medan- Konflik di Timur Tengah kembali memanas, dan menebar ancaman bagi kinerja pasar keuangan domestik. AS kembali memulai serangan ke Iran setelah sempat menunda serangan sejak Jumat pekan lalu.

Harga minyak mentah dunia sejauh ini kembali alami kenaikan. Setelah sempat ditransaksikan dikisaran $87 per barel, pagi ini harga minyak mentah ditransaksikan dikisaran $89.5 per barelnya.

Ekonom Gunawan Benjamin mengungkapkan, eskalasi konflik kembali meningkat dan berpotensi memicu koreksi pada IHSG dan Rupiah. Sejauh ini respon bursa saham di Asia sangat beragam. IHSG pada sesi pembukaan perdagangan di buka menguat ke level 6.110. Kinerja IHSG pada hari ini berpeluang alami koreksi ditengah minimnya agenda ekonomi serta sentimen geopolitik yang memburuk.

“Sebelumnya Bank Sentral AS mempertahankan besaran bunga acuannya di level 3.75%. Kebijakan The Fed tersebut masih sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar sebelumnya. Namun ancaman bagi Rupiah kembali muncul setelah keputusan suku bunga acuan tersebut. Dimana The Fed diperkirakan akan cenderung menaikkan bunga acuan kedepan,” terangnya.

Dituturkannya, laju kenaikan harga minyak mentah dunia telah mendorong proyeksi kenaikan laju tekanan inflasi. Sehingga gambaran kebijakan The Fed kedepan lebih bernada hawkish. Rupiah pada sesi perdagangan pagi ini Terpisah harga emas dunia ditransaksikan melemah ke level Rp 18.070 per US Dolar. Selain masih dihantui sentimen negatif internal, kinerja mata uang Rupiah kembali terusik dengan proyeksi kenaikan bunga acuan The Fed.

“Rupiah pada perdagangan hari ini diproyeksikan akan bergerak dalam rentang 18.030 hingga 18.090. Sementara IHSG berpeluang untuk kembali menguat Meski demikian, harga emas dunia justru bergerak menguat pada perdagangan pagi ini di kisaran level $4.080 per ons troy. Pergerakan harga emas tidak seperti biasanya yang kerap melemah ditengah kenaikan harga minyak mentah serta spekulasi kenaikan suku bunga. Sejauh ini harga emas ditransaksikan diharga Rp 2,38 juta per gram,” tutupnya. (Ram/HBC)

Loading next page... Press any key or tap to cancel.