GEKIRA Bentuk Resimen Ekologi, Dukung Kedaulatan Iklim Visi Presiden Prabowo
Harianbisnis.com, Medan- Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA), organisasi sayap Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA), menegaskan komitmennya terhadap masa depan lingkungan Indonesia dengan membentuk Resimen Ekologi GEKIRA. Badan semi-otonom ini diproyeksikan sebagai satuan aksi nyata dalam pemulihan ekosistem nasional.
Mandat kepemimpinan nasional diberikan langsung oleh Ketua Umum PP GEKIRA, Nikson Silalahi, kepada Laurencus Pakpahan sebagai Komandan Nasional di Sekretariat PP GEKIRA, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).
Momentum ini bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan sebuah langkah strategis untuk mengintegrasikan perjuangan politik dengan tanggung jawab moral terhadap bumi.
Nikson Silalahi menegaskan bahwa merawat kekayaan hayati Indonesia adalah panggilan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian alam.
”Tantangan iklim saat ini menuntut kita melakukan transformasi paradigma. Bumi bukan lagi objek eksploitasi, melainkan rumah bersama yang harus dijaga dengan kesadaran kolektif,” ujar Nikson.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan generasi muda Kristiani dalam gerakan penyelamatan lingkungan adalah respons wajib atas berbagai bencana alam yang melanda negeri.
Langkah ini selaras dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mengenai kedaulatan energi dan pembangunan berkelanjutan.
Hal ini diperkuat oleh arahan Ketua Dewan Pembina PP GEKIRA yang juga Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo. Dalam berbagai kesempatan, Hashim menekankan bahwa ekonomi dan lingkungan harus berjalan selaras secara visioner.
Sekretaris Jenderal PP GEKIRA, Yeremias Ndoen, menjelaskan bahwa pembentukan resimen ini juga menemukan ruh spiritualnya di tahun 2026, yang ditetapkan gereja universal sebagai Tahun Yubelium Santo Fransiskus Asisi—sang pelindung ekologi.
”Ini adalah manifestasi komitmen kebangsaan sekaligus jawaban atas visi kepemimpinan nasional. Resimen Ekologi GEKIRA adalah wujud pertobatan ekologis untuk merawat ciptaan dengan penuh tanggung jawab,” tutur Yeremias.
Sebagai Komandan Nasional yang baru dilantik, Laurencus Pakpahan memandang tugas ini sebagai amanah besar.
Ia berkomitmen untuk segera membentuk perangkat organisasi hingga ke tingkat daerah guna memastikan dampak konkret di lapangan.
”Kami akan bergerak cepat dan terukur. Visi PP GEKIRA dan pesan Bapak Hashim Djojohadikusumo untuk menanam satu juta pohon akan segera kami realisasikan melalui aksi-aksi nyata di daerah,” tegas Laurencus.
Kelahiran Resimen Ekologi GEKIRA menjadi sebuah deklarasi etis bahwa mencintai tanah air berarti juga mencintai tanah dan airnya. Sebuah ikrar pengabdian bahwa kemajuan bangsa harus tumbuh seiring dengan tetap lestari dan hijaunya alam Indonesia. (Rom/hbc)