Teknologi | 26/02/2026 - 18:42

Sinyal Telekomunikasi Diduga Diacak saat Demo, Pedagang Babi di Medan Tak Bisa Live

Harianbisnis.com, Medan- Aksi ribuan massa dari berbagai aliansi masyarakat, termasuk para pedagang daging babi di Kota Medan, Kamis (26/2/2026), menggeruduk Balai Kota Medan.

Dimana, massa mendesak agar Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas segera mencabut Surat Edaran ( SE) Nomor 500-7.1/540 tertanggal 13 Februari 2026, yang mengatur tentang penjualan daging non halal di wilayah Kota Medan.

Namun dibalik aksi tersebut, massa kehilangan sinyal telekomunikasi. Imbasnya, massa saat itu
tidak dapat melakukan komunikasi melalui telepon seluler. Hal ini sangat disayangkan oleh massa.

“Ada apa ini, kenapa sinyal hilang kami tidak bisa live,” teriak massa.

Dengan putusnya, sinyal tersebut dinilai sebagai bentuk pembungkaman aspirasi masyarakat.

“Pemutusan jaringan ini merupakan bentuk pembungkaman aspirasi masyarakat. Kita sangat menyayangkan hal itu. Kita minta agar jaringan dipulihkan,” ujar Koordinator aksi Lamsiang Sitompul dari Ormas Horas Bangso Batak ( HBB).

Hal yang sama juga dikatakan, Boydo HK Panjaitan Ketua GAMKI Medan tindakan tersebut jelas sangat menciderai demokrasi.

“Sinyal hidupnya jangan diacak. Ini bentuk pembungkaman dan menciderai demokrasi,” tegasnya.

Tindakan, tersebut dikatakan Boydo bahwa Wali Kota Medan, Rico Waas ingin menutupi peristiwa yang terjadi di Kota Medan.

“Peristiwa yang terjadi hari ini ingin dibungkam. Dan tidak ingin diketahui oleh dunia,” katanya seraya mendesak agar sinyal dinyalakan.

Dari amatan di lokasi massa membawa berbagai spanduk bertuliskan “Wali Kota Medan Jangan Picu Konflik Horizontal”, juga spanduk “Menolak Surat Edaran Wali Kota Medan, Pedagang Babi Bukan Kriminal,” dan juga “Kembalikan Medan Yang Kondusif”. (Rom/hbc)

Loading next page... Press any key or tap to cancel.