Berita | 17/06/2026 - 19:01

Mahasiswa Demo Kodim 0201/Medan, Desak TNI Kembali ke Barak

Harianbisnis.com, Medan- Puluhan massa mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional ( GMNI) mengelar aksi unjuk rasa di Komando Distrik Militer (Kodim) 0201/Medan, Jalan Pengadilan, Medan, Rabu (17/6/2026).

Dalam aksinya massa menyoroti berbagai peran TNI di sektor sipil juga menyoroti kasus penganiyaan seorang pelajar SMP berinsial MHS (15) oleh Sertu RP yang hanya divonis 10 bulan penjara.

Dari amatan di lokasi, massa mahasiswa dalam orasinya menyatakan agar TNI dapat dikembalikan fungsinya sebagai pertanahan negara. Dan TNI tidak dilibatkan dalam program strategis nasional baik program Makan Bergizi Nasional (MBG), Koperasi Merah Putih dan juga Sekolah Rakyat.

“Kami meminta segera TNI ke barak. Dan kami meminta hentikan segala bentuk pembungkaman suara rakyat. Dan berikan bentuk keadilan hukum kepada masyarakat sipil,” ucap Ketua GMNI Damses Sianturi.

Ia mengatakan kasus yang melibatkan oknum TNI lakukan penganiyaan kepada seorang pelajar termasuk peristiwa di Labuhan Batu.

“Kami juga mendesak kepada pihak pemerintah untuk segera menghentikan pemborosan anggaran dengan pembentukan batalyon baru di kabupaten / kota juga penambahan personil. Jadi kami mendesak kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto segera hentikan,” ucap massa mahasiswa.

Dalam orasi itu perdebatan sempat terjadi dengan pihak personil TNI karena massa mahasiswa meminta kehadiran Komandan Kodim (Dandim) 0201/Medan.

Hingga massa mahasiswa membakar ban bekas sebagai bentuk rasa kecewa karena aspirasi massa tidak direspon.

Sejumlah personil TNI saat itu tampak berjaga-jaga di area halaman Kodim 0201/Medan.

Namun, aksi massa mahasiswa GMNI itu tidak berapa lama Komandan Kodim (Dandim) 0201/Medan, Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo hadir.

Dan saat Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo melakukan dialog serta meminta agar ban bekas dipadamkan.

Setelah mendapat persetujan massa mahasiswa sejumlah personil TNI menyiramkan air.

Tak hanya itu, Delli juga meminta personil TNI yang bersiaga di halaman membubarkan barisan.

Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo akhirnya duduk lesehan bersama massa mahasiswa serta menyatakan telah menerima tuntutan yang disampaikan.

Ia mengatakan setiap prajurit TNI yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin, kode etik, maupun tindak pidana akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Juga, kata Delli pihak Kodim 0201/Medan, akan menyiapkan agenda diskusi untuk memfasilitasi mahasiswa, membahas berbagai tuntutan massa mahasiswa.

“Kita akan membuat diskusi bersama atas apa yang menjadi tuntutan saat ini. Silakan, membawa data. Jika data kami salah, akan kami perbaiki. Namun jika data mahasiswa benar, maka akan kami sampaikan kepada pimpinan,” kata Delli.

Mendapat jawaban tersebut, massa GMNI
menyatakan kesiapanya berdialog dengan pihak Kodim 0201/Medan. (Rom/hbc)

Loading next page... Press any key or tap to cancel.