iklan SMobile baru
Ekonomi | 13/05/2023 - 03:05

Anggaran Rp 1,5 Miliar, Pengaspalan Jalan Bunga Rampai III Medan Asal Jadi

Harianbisnis.com, Medan- Wali Kota Medan, Bobby Nasution marah kepada pengawas proyek pengaspalan di Jalan Bunga Rampai III, Kelurahan Simalingkar B, Medan Tuntungan.

Pasalnya, pengaspalan yang dilakukan mudah terkelupas.

Orang nomor satu di Medan itu marah saat meninjau jalan yang baru selesai di aspal tersebut, Jumat (12/5/2023).

Bobby turun langsung setelah mendapat keluhan dari warga soal proyek pengaspalan di Jalan Bunga Rampai III itu.

Di lokasi, menantu Presiden Joko Widodo ini langsung menyusuri sepanjang Jalan Bunga Rampai III dan berhenti mengecek

Ia juga meminta untuk dilakukan pengukuran lebar badan jalan yang diaspal apakah sudah sesuai dengan gambar perencanaan atau belum.

Tidak itu saja, Bobby minta agar pinggiran jalan yang baru diaspal itu untuk dites kekuatannya dengan dilintasi mobil.

Begitu ban mobil melindas, aspal langsung amblas.

Begitu juga saat Bobby menusuk aspal dengan menggunakan besi, langsung tembus. Di samping itu juga didapati ketebalan aspal tidak sesuai dengan gambar perencanaan.

Dengan temuan tersebut, Bobby Nasution pun sontak marah dan langsung memanggil pengawas proyek mengapa hal itu bisa terjadi.

Kemudian, Bobby minta agar dilakukan pengaspalan ulang sesuai dengan gambar perencanaan yang telah ditetapkan.

Usai melakukan peninjauan, Bobby Nasution kepada wartawan menjelaskan, kedatangannya untuk menindaklanjuti laporan warga beberapa waktu lalu terkait pengerjaan pengaspalan Jalan Bunga Rampai III.

Di samping itu, imbuhnya, persoalan jalan ini juga disampaikan Camat Medan Tuntungan dalam rapat dengan seluruh camat kemarin.

“Saya tadi lihat langsung aspalnya tidak sesuai. Ketika dicoba dilalui dengan mobil aspalnya meleot. Begitu juga ketika dicoba ditusuk pakai besi untuk mengetes ketahanannya, aspalnya tembus. Saat kita korek untuk memastikan ketebalan aspal, ternyata tidak sesuai juga,” kata Bobby Nasution.

Ditegaskan Bobby Nasution, pengerjaan pengaspalan jalan menggunakan uang dari masyarakat yang pertama diperhatikan adalah  kualitasnya.

“Kita sudah mengeluarkan anggaran, jangan hanya memikirkan tugas kita selesai atau tidak. Tetapi harus memperhatikan kualitas. Jadi saya minta untuk dikorek ulang, saya tidak mau pengerjaan infrastruktur di Medan ini asal-asalan,” tegasnya.

“Jangan hanya karena pengerjaan pengaspalan  jalan yang dilakukan tidak terlalu lebar dan berada di pinggiran kota, kata Bobby Nasution, dilakukan asal-asalan. Saya minta semua pengerjaan perbaikan jalan yang ada di Kota Medan, baik itu jalan kecil di pinggir kota atau di tengah kota serta di pemukiman masyarakat harus dilakukan sesuai dengan standar dan kualitasnya harus benar-benar diperhatikan,” sambungnya.

Terkait dengan temuan tersebut, Bobby Nasution selanjutnya minta pengerjaan pengaspalan jalan diulang dan harus sesuai dengan gambar perencanaan yang telah ditetapkan.

“Tadi juga ada keluhan dari masyarakat mengenai u-ditch. Saya berpesan agar u-ditch dan drainase yang menjadi keluhan masyarakat juga harus bisa dibenahi dalam. Saya minta dalam waktu dekat ini, satu atau dua minggu harus selesai ,” pungkasnya.

Sekretaris Dinas SDABMBK Kota Medan, Willy Irawan dalam keterangan disebuah media mengatakan, panjang jalan itu sekitar 800-an meter.

Dimana, proyek pengaspalan tersebut bernilai sekitar Rp 1,5 miliar. Pengaspalan Jalan Bunga Rampai III itu satu paket dengan Jalan Bunga Rampai II.

“Pengaspalan Jalan Bunga Rampai III itu satu paket pengerjaan dengan Jalan Bunga Rampai II, total anggaran Rp 1,5 miliar,” ucapnya.

Pengaspalan tersebut masuk ke dalam tahun anggaran 2023, dengan masa pengerjaan hingga bulan Juni mendatang. Sehingga saat ada temuan, pihak pemborong masih bisa melakukan perbaikan. (Rom/hbc)

Loading next page... Press any key or tap to cancel.