Warga Medan Timur Curhat Soal Air Bersih: Kami Belum Merdeka!
Harianbisnis.com, Medan- Anggota DPRD Kota Medan, Lailatul Badri meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) untuk membenahi banyaknya Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang padam disepanjang Jalan Alfalah I. Apalagi saat ini, umat islam sedang menjalankan ibadah di Bulan Suci Ramadhan.
Hal itu disampaikan, politisi Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) Lailatul Badri saat menjemput aspirasi masyarakat pada Reses V Masa Sidang II Tahun Sidang 2025-2026 yang dilaksanakan di tiga lokasi berbeda di Kecamatan Medan Timur, Minggu (22/2/2026).
Ketiga lokasi, masing-masing Jalan Alfalah I, Jalan Alfalah V, dan Jalan Alfalah III, Kelurahan Glugur Darat I, Medan Timur.
“Hingga saat ini dikawasan Jalan Alfalah I hingga Jalan Alfalah IV, masih banyak masyarakat yang mengeluhkan kondisi banyaknya LPJU yang mati. Saya minta ini bisa jadi perhatian serius bagi Dishub Kota. Jangan biarkan jalan-jalan gelap, karena banyak masyarakat yang akan beribadah untuk Salat Tarawih maupun Salat Subuh di masjid dicekam ketakutan,” kata Lailatul Badri.
Seperti dikeluhkan, Mamat bahwa lampu penerangan jalan umum ( LPJU) di Jalan Alfalah I yang kondisinya gelap gulita.
“Tolonglah, Bu lampu jalan di Jalan Alfalah I mati.Kami mau sholat subuh jadi takut karena gelap,” keluhnya.
Keluhan yang sama dikeluhkan Lusi yang tinggal di Jalan Alfalah IV, serta berada diaktifkan kembali poskamling.
“Lampu jalan di tempat tinggal kami mati.Dan juga rawan maling, mohon diaktifkan ronda dan poskamling,” keluhnya.
Dalam pertemuan, warga menyampaikan sejumlah masalah terkait persoalan drainase yang buruk disepanjang Jalan Alfalah I hingga Jalan Alfalah IV sehingga menyebabkan warga kebanjiran.
“Saluran parit tidak berfungsi bagus, tolonglah untuk dilebarkan.Karena bila hujan lingkungan kami jadi banjir,” keluh Lindawati.
Berbagai persoalan lainya yang dikeluhkan fasilitasi sarana air bersih yang hingga kini belum dapat dinikmati warga.
“Hingga saat ini kami belum yang namanya air bersih milik PDAM Tirtanadi. Kami hanya memakai air sumur, tapi saat kondisi air semakin memburuk,” kata Eka dan Siti warga yang tinggal di Jalan Alfalah VI yang disambut teriakan warga “Kami Belum Merdeka”.
Bukan itu saja, terkait masalah kesehatan dan penggunaan BPJS Kesehatan juga dipertanyakan warga dalam hal ini sistem layanan UHC yang masih dipersulit oleh rumah sakit karena harus memakai rujukan.
Dalam pertemuan ini, warga juga mempertanyakan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dimana dalam pengajuan masih mengalami kendala karena pihak bank meminta agunan
“Bagaimana mendapatkan KUR tanpa agunan atau jaminan.Karena saat mengajukan banyak kali kendala belum lagi jamjnan, mau pakai apa,” keluh Uci warga Jalan Alfalah VI dan juga Nadia warga Jalan Alfalah IV saat itu.
Menjawab persoalan tersebut, kata anggota Komisi 4 DPRD Medan, Lailatul Badri untuk persoalan air bersih pihaknya akan melakukan kordinasi dengan rekannya di DPRD Pemprovsu.
“Perlu kami sampaikan bahwa Perusahaan Umum Daerah (Perumda ) Tirtanadi berada dibawah naungan Pemerintah Propinsi Sumatera Utara, bukan dibawah naungan Pemko Medan.Jadi, untuk persoalan air bersih ini kita kordinasikan dengan Fraksi PKB yang ada di DPRD Sumut,” kata wanita yang akrab disapa Lela ini.
Terkait, program KUR kata Lela pihaknya berharap pemerintah bisa memberikan perhatian.
“Ditengah dampak ekonomi yang saat ini lesu demi kebangkitan UMKM, kiranya bank benar-benar memberikan perhatian,” kata Sekretaris Fraksi Hanura-PKB DPRD Kota Medan.
Dikatakan, Lela apa yang dikeluhkan warga menjadi catatan dan masukan bagi DPRD untuk di teruskan kepada Pemkot Medan melalui sidang paripurna guna di tindaklajuti menjadi program pembangunan.
“Untuk semua masalah ini akan menjadi Pokok Pikiran saya agar dapat menjadi skala prioritas bagi Pemko Medan untuk diselesaikan,” tutup politisi dari Dapil 3 ini meliputi Medan Timur, Medan Tembung, Medan Perjuangan dan Medan Deli ini. (Rom/hbc)